Game Tak Perkuat Ingatan


Lupakan segala jenis simulator atau educational game, yang diklaim bisa menambah kecerdasan. Merujuk penelitian yang dipimpin Walter Boot dari University of Illinois, bermain game tak menambah ingatan dan kemampuan multitasking. Simpulan itu bertolak belakang dengan studi sebelumnya yang menyatakan para pemain game memiliki kemampuan mental dan ingatan lebih unggul. Bahkan, ada klaim multitasking game (pemain menjalankan banyak karakter dengan tugas berbeda) menambah kemampuan seseorang untuk melakukan tugas kompleks.

Dalam penelitian itu, responden diminta memainkan salah satu dari tiga game selama sekurangnya 20 jam. Setelah itu, tingkat kecerdasannya diukur. Para peneliti menyatakan, meski game dapat meningkatkan konsentrasi, namun tak cukup untuk melatih daya kognitif.

Perihal banyak pemain game yang memiliki kecerdasan superior, Boot menduga mungkin karena orang cerdas cenderung suka bermain game. Jadi sejak awal memang sudah cerdas. Sayangnya, kecerdasan mereka tak bertambah setelah bermain game.

Memori dan kemampuan multitasking memang dibutuhkan oleh mayoritas game strategi. Memori digunakan untuk mengingat bagian-bagian game yang saling berhubungan. Adapun multitasking merupakan kemampuan untuk menjalankan banyak karakter dengan tugas berbeda.

Pada game Age of Empire misalnya, pemain harus menjalankan berbagai karakter. Ada pekerja (petani, nelayan, tukang kayu, penambang emas, tukang batu, tukang bangunan). Ada juga karakter prajurit (pasukan pedang, tombak, pemanah, pasu-kan berkuda, hingga senjata berat). Belum lagi karakter pendeta yang bertugas memperkuat mental.

Pada kenyataannya, kemampuan visual dan motorik pemain lebih menentukan kemenangan dibanding strategi yang digunakan.

Sumber: SuaraMerdeka


About this entry